Yeay. Abis ini ganti tahun ya. Nggak kerasa juga, rasanya baru kemarin saya merancang resolusi tahun 2018 dan sekarang tahun 2018-nya udah mau abis aja. Dan Syukur banget semua resolusi saya di tahun 2018 terwujud semua. Meskipun bukan resolusi besar, tapi saya tetap bersyukur.
Nah, sekarang saatnya merancang resolusi baru nih. Tapi karena saya ini orangnya pemalu, jadi saya nggak akan menulis resolusi diri saya pribadi disini. Mungkin resolusi untuk blog ini saja yang akan saya tulis. Barangkali kamu punya saran atau jalan untuk mewujudkan resolusi itu, bisa tulis di kolom komentar ya.
Sebenarnya untuk resolusi blog ini, saya pingin kayak blog yang satunya. Ada kaleidoskop 2018 sekalian resolusi tahun 2019. Tapi yang mau dirangkum apanya, lha wong di blog ini masih punya satu postingan doank. Itupun isinya celoteh saya tentang membaca.
#wkwkwk
Lagipun, blog ini juga belum ada pembacanya sama sekali. Kalau lihat di dashboardnya masih kosong melompong. Yang baca cuma saya, Tuhan dan google aja.
#hahaha – keliatan banget kalau blog baru.
Nah karena itu, saya cuma buat resolusi saja. Itupun Mini Resolusi. Maksudnya, resolusi untuk blog ini nggak muluk-muluk banget. Sekedar resolusi kecil yang kalau tercapai cuma bikin bibir senyum-senyum aja. Toh blog ini benar-benar saya jadikan catatan pribadi saya. Kalau memberi manfaat, syukur Alhamdulillah. Kalau tidak yang nggak apa-apa.
Mini Resolusi Blog Muham Diaries Tahun 2019
1. Mengisi blog minimal 50 postingan
Ya sama dengan blog saya yang satunya sih. Cuma kalau blog satunya minimal 100 postingan. Kalau belum baca, silahkan baca artikel saya yang judulnya Kaleidoskop Tahun 2018 Dan Resolusi Tahun 2019 Untuk Blog Guru Rumahan.
Saya nggak terlalu ngebet supaya blog saya yang satu ini punya 100 postingan seperti blog guru rumahan. Kalau ditanya kenapa ya saya cuma bisa senyum-senyum saja. Mungkin karena saya nggak terlalu ngebet juga memonetize blog ini kali ya. Jadi kesannya nyantai gitu.
Lagian dengan target yang relatif kecil, saya bisa menikmati proses menulis blog saya supaya jadi lebih personal. Tsah.
2. Mengenalkan blog ke orang sekitar
Ini sama dengan resolusi di blog satunya. Saya nggak terlalu ambisius untuk mengenalkan blog ini ke seluruh orang di Indonesia atau seluruh dunia. Tapi ini kan dunia internet ya, jadi kalau ada orang-orang diluar lingkungan saya yang mengetahui blog ini ya kagak masalah juga. Saya malah seneng. Apalagi kalau tulisan saya bisa memberikan insipirasi buat para pembaca.
Tujuan saya mengenalkan ini sebenarnya ingin membuka ruang diskusi dengan teman-teman saya. Karena sekarang ini saya jarang bahkan sulit ketemu dengan mereka. Alasannya klise, karena semuanya sudah semakin sibuk. Apalagi yang udah pada kawin dan punya anak. Saya yang jomblo ini jadi kesepian. #hikshikshiks
Tapi saya nggak menutup kemungkinan kepada orang yang belum saya kenal untuk berdiskusi. Monggo. Silahkan. Blog ini terbuka untuk siapa saja. Jadi jangan lupa komentar ya. Hehehe.
3. Pageview 50/hari
Saya memang nggak terlalu ngebet untuk memonetizasi blog ini. Cuma saya nggak bisa mengabaikan peran para pembaca. Sebuah blog hidup dari pembaca. Kalau blog dibuat terus nggak ada yang baca ya sama aja dengan blog mati. Masa iya setan yang baca. ‘Kan nggak mungkin ya.
Makannya saya membuat resolusi ini. Ya seenggaknya diantara 50 orang yang membaca blog saya tiap hari itu ada salah satu yang jodoh saya, eh keliru, ada yang bisa memberikan kritik, saran dan ide yang keren demi kemajuan blog ini.
4. Menyebarkan semangat membaca ke orang sekitar
Meskipun blog ini namanya Muham Diaries, tapi isinya nggak semua kegiatan saya sehari-hari kok. Blog ini justru saya khususkan untuk kegiatan literasi yang saya lakukan sehari-hari. Mulai dari penafsiran pribadi saya tentang sesuatu, review buku dan film yang diadaptasi dari buku, serba-serbi tentang kegiatan membaca dan literasi, dan nggak menutup kemungkinan tempat promosi karya-karya saya.
Eits, jangan salah ya. Saya pernah loh nerbitin buku. Sekali. Tapi bukunya nggak laku. #Whahahahaha
Kenapa resolusi ini saya buat. Jujur saja yang namanya membaca bukan jadi kebiasaan di lingkungan sekitar saya. Termasuk anak didik saya di tempat bimbel. Kebanyakan orang-orang di sekitar saya lebih suka budaya lisan daripada budaya baca. Nah, makanya melalui blog ini saya coba menyebarkan virus dan semangat baca, setidaknya untuk orang-orang sekitar saya.
5. Membuat challenge membaca
Ini salah satu cara untuk mewujudkan resolusi yang nomer 4 tadi. Kalau saya ingin orang-orang berbudaya baca ya harus dimulai dari saya kan. Nggak mungkin juga saya nyuruh orang membaca tetapi saya sendiri nggak membaca.
Sebenarnya tiap hari saya selalu luangkan waktu untuk membaca. Hanya saja challenge ini saya buat supaya lebih disiplin aja sih, sekaligus bisa terkonsep. Jadi selama setahun kedepan akan ada satu buku berbeda yang saya kupas tuntas setiap bulannya. Nggak menutup kemungkinan akan ada giveaway (kalau ada duitnya ~ hahaha) buku seperti yang saya baca. Doain rejeki saya lancar terus ya. Biar bisa kasih giveaway.
Oh ya, silahkan kamu beri saran kira-kira buku apa yang bisa saya baca selama 12 bulan ke depan. Genre buku apapun boleh, sebab saya nggak pernah membatasi bacaan saya pada satu genre, meskipun saya lebih suka science fiction sih. Hehehe…
Nah, itu dia lima resolusi yang saya buat untuk blog ini. Bener-bener mini kan. Resolusi yang kecil dan nggak besar kayak para blogger yang udah terkenal (padahal aslinya pingin buat resolusi besar kayak blogger besar).
Ya, semoga ini jadi awal setelah saya gagal dengan blog-blog saya yang terdahulu. Mungkin kamu juga punya resolusi untuk tahun 2019. Coba tulis di kolom komentar deh. Biar saya juga tahu apa resolusi kamu di tahun yang baru.
Happy Chrismast buat yang ngerayain dan selamat tahun baru untuk kamu semua.
__________________________________________

0 comments:
Post a Comment